Bengkalis, utusanriau.com — Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh secara resmi mengoperasikan PLTD Program Nasional Pemberdayaan Mayarakat (PNPM) Mandiri desa Kembung Luar, Senin (24/9). Pengoperasian sekaligus peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati itu turut dihadiri perangkat desa Kembung Luar dan masyarakat desa.
Bupati dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Bengkalis sangat respon dengan upaya yang dilakukan pemerintah desa Kembung Luar, dalam menarik peluang besar disektor bidang usaha dan incam rumahan. Karena dengan kebardaan PLTD dengan kapasitas 250 KVA ini, tentunya masyarakat dan dunia usaha rumahan bisa menikmatinya.
“Desa Kembung luar sekarang bisa menikmati terangnya aliran listrik dan masyarakatnya bis membuat usaha sendiri semacam home indutri yang tujuannya menambah incam rumahan atau keluarga, saya janji untuk menganggarkan satu diesel lagi untuk Desa Kembung Luar,” kata H Herliyan Saleh di sela-sela peresmian PLTD PNPM Mandiri.
Terpisah, Kepala BPMPD Kabupaten Bengkalis H. Eduar mengutarakan, PLTD dari PNPM Mandiri pedesaan berkekuatan 250 KVA itu mampu melayani sekitar 246 kepala keluarga atau rumah tangga. Program itu dikemas pemerintah pusat, namun pada pelaksanaan BPMDP berupaya melakukan sharing dari dana APBN dan APBD Bengkalis.
Dikatakannya, sharing dana itu diperoleh sebesar Rp 328 juta, dan ditambah dengan swadaya masyarakat kembung luar sebesar Rp 400 juta, sehingga Kembung Luar mampu membeli 1 unit PLTD untuk penerangan masyarakat desa.
“Masalah operasional itu langsung diserahkan ke masyarakat dan desa. Kita sudah serahkan dokumen serta sistem pengelolaannya. Sehingga harapan kita desa tidak gelap lagi, karena selama ini Desa Kembung Luar merupakan salah satu desa yang jauh dari jangkauan listrik PLN,” paparnya.
Ia menambahkan, mesin PLTD itu berada didusun Sungai Linau. Desa Kembung luar juga tercatat sebagai desa yang memiliki swadaya tinggi, sehingga hasil yang didapat sangat besar.
”Kita berharap desa lainnya juga mengikuti. Alhamdulillah respon pak Bupati sangat besar, malah berjanji akan menambah 1 unit mesin lagi, karena mesin PLTD yang ada saat ini hanya mampu beroperasi 12 jam, dan diharapkan tahun mendatang bisa 24 jam,” tandasnya. (riko)










