Riauterkini-BENGKALIS- Wakil Bupati Bengkalis Suayatno, secara resmi
membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait berbagai persoalan
tentang Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, Rabu
(5/9/12).
Kegiatan dilaksanakan di Aula Rapat Lantai IV Kantor Bupati Bengkalis
tersebut, dihadiri Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
(TNP2K) dari Sekretariat Wakil Presiden RI. Sementara itu, sebagai
peserta diskusi PNPM Mandiri, diikuti sejumlah kepala kantor/ badan/
instansi terkait dan seluruh Camat se-Kabupaten Bengkalis, serta
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Mengambil tema “Kajian Kesiapan Pemerintah Daerah terhadap
Desentralisasi PNPM Mandiri” tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis
Suayatno di dalam arahannya mengatakan, dengan terselenggaranya FGD
tentang kesiapan Pemerintah Daerah terhadap pelimpahan pengelolaan
PNPM Mandiri. Dirinya berharap akan membuka wawasan dan pengetahuan
mengenai kesiapan pengelolaan PNPM Mandiri di Kabupaten
Bengkalis.
“Kabupaten Bengkalis sudah merasakan kontribusi dari program PNPM
Mandiri ini. Dari pembangunan infrastruktur di desa maupun perkotaan,
kemudian penguatan ekonomi kerakyatan serta kegiatan sosial untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kreatifitas masyarakat
yang kurang mampu,” ujarnya di hadapan hadirin seperti dikutip dari
release Humas Pemkab Bengkalis kepada riauterkini.com, Rabu
(5/9/12).
Disampaikan Suayatno, keberadaan program PNPM Mandiri merupakan upaya
pemerintah untuk membangun kemandirian masyarakat dan menanggulangi
kemiskinan secara berkelanjutan. Program ini sangat strategis karena
menyiapkan landasan kemandirian masyarakat berupa lembaga kepemimpinan
masyarakat yang representatif, serta kondusif untuk perkembangan modal
sosial masyarakat di masa mendatang.
“Melalui program PNPM Mandiri ini, masyarakat diajak merancang dan
menyetujui agenda pembangunan mereka sendiri. Masyarakat dapat
mengusulkan kegiatan pembangunan berdasarkan kebutuhan yang paling
mendesak dan disesuaikan untuk memecahkan masalah kemiskinan yang
dialami,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan Suayatno, dalam upaya penanggulangan
kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat, sejauh ini Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melakukan sejumlah program. Diantaranya,
Program Pemberdayaan Desa (PPD) sejak 2005 lalu bekerja sama dengan
Pemprov Riau memberikan Dana Simpan Pinjam kepada masyarakat senilai
Rp 500 juta perdesa.
Kemudian, 2011 Pemkab Bengkalis memperluas program PPD tersebut dengan
masuk ke seluruh desa/kelurahan dengan alokasi anggaran Rp 1 milyar
perdesa, dan direncanakan terus dialokasikan hingga 4 tahun ke depan.
Selanjutnya, program Instruksi Bupati (Inbup) atau dikenal dengan
program penguatan infrastruktur pedesaan, dimulai tahun 2012 ini
dimana setiap desa dianggarkan Rp 1 milyar.
“Selain itu Pemkab Bengkalis juga melakukan Program Alokasi Dana Desa
atau ADD, dimulai sejak 2011 lalu dan di 2012 ini dialokasikan setiap
desa hingga mencapai Rp 1,3 milyar,” kata Suayatno lagi.
Sambung Suayatno, mengingat pengintegrasian menjadi kebutuhan untuk
meningkatkan efektivitas pembangunan, maka sangat penting harus
adanya koordinasi atau membangun kesepahaman pelaku masyarakat dan
DPRD serta mendorong DPRD untuk memberi dukungan politis dan regulasi
untuk penguatan.
“PNPM Mandiri di Kabupaten Bengkalis sudah berjalan enam tahun.
Sehingga muncul beberapa pertanyaan. Mau kemanakah program-program ini
ke depan? Sementara di daerah sudah berjalan program yang hampir
serupa dengan alokasi dana ke desa yang besar,”
ungkapnya.***(dik)
Senin, 25 Februari 2013
Wakil Bupati Bengkalis Buka FGD PNPM Mandiri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar